
Bagi kamu orang kandanghaur-Indramayu, khusunya daerah parean dan wilayah sekitarnya,tentunya nggak asing lagi dengan Kewedanan Kandanghaur,selain Letaknya strategis dekat dengan jalur terpadat di pulau jawa yakni jalur pantura,dan juga dekat dengan pusat perbelanja wong parean:pasar parean kandanghaur.
bangunan kuno warisan kolonial belanda kata engkong2 sesepuh sono,bangunan yang terletak di samping Majid Besar At-Taqwa kandanghaur ini dari segi bentuk sebelum di rehab yang sekarang sudah menjadi kantor kecamatan kandanghaur menggantikan posisi dulu yang berada di wilayah eretan.
Bentuknya mang mencirikan banget segi ke kunonan,dilihat dari Jendela nya aja ukurannya tak lazim bagi bangunan Rumah sekarang dan bentuk Kotak dan berukuran besar dan posisi bangunannya lebih tinggi dari permukaan tanah, di sekitarnya masih terdapat pohon yang berusia Tua semakin menambahkan kesan klo daerah sekitar sono merupakan bangunan tempat peninggaaln dulu yg masih exsis sampai sekarang.
Dibelakang kewedanan kandanghaur terdapat tredapat bangunan yg sudah 50 persen tak utuh alias rada roboh,bekas tempat pemandian dan Wc zaman dulu,yang paling menarik sekitar situ adanya sumur tua yang bentuknya nggak lazim seperti sumur2 zaman sekarang yang cenderung berdiameter,berbentuk bulat pada mulut bibirnya..tapi sumur ini pada bibirnya berbentuk Segitiga..kata masayatakat sekitar kalu di telusuri lorong sumur ini ternyata menyambung dengan sumur di SDN kandanghaur yg letaknya di depan kewedanan ini hanya di batasi jalur pantura saja,dahulu kala disini masih terdapat benda2 warisan kolonial belanda dulu berupa mariam,dan jangkar besar,,
namun dengan keberadaan sumur Tua berbentuk segitiga ini oleh masayarakat sekitar Sangat sungguh di sayangkan malah di keramatkan di jadikan tempat bertuah..yg jelas bagi kita yg bener2 mentauhidkan Allah, hal tersebut sangatlah riskan,,
jalan2 di face book saya tertarik dengan hasil uploadan foto member facebook bernama Ronlinata Ronan,fotografer salah satu pengurus Dermayu Facebook Community,bagi yang mau lihat foto tempo doeloe dermayu silakan kunjungi link (http://www.facebook.com/profile.php?id=1197642341)
klo mo unduh izin doleoe ma beliau ya karena merupakan karya luar biasa bagi saya..(wasro)
INDRAMAYU parean
Semuanya Tampak Lebih Indah Bila telah melalui semuanya..Memetik hasil dari Sebuah ikatan silaturrahmi...


Busyet dah baru aja aku beli kamera digital Sony Cybershot dsc T77 Akhir bulan desember pas ketika peluncuran pertama kalinya di jepang,sekarang Perusahaan Raksasa SONY yang konon katanya baru memecat 8000 karyawannya di tokyo gara-gara Dampak Krisis Ekonomi Global malah sekarang mengeluarkan kamera terbarunya lagi awal bulan maret 2009, padahal Sony Dsc T77 & Sony dsc T700 belum lama dirilis,yup SONY DSC T90 klo liat gambarnya sekilas, tuh bentuknya enggak beda jauh sama pendahulunya Sony DSC T77 body slim layar, touch panel
yuk mari kita selidiki atu atu jare wong dermayu mah siji-siji
body
Sony emang rajin banget ngeluarin gadget kamera dengan design yang tipis slim body geto tebalnya sama kayak pendahulunya Dsc T77 yakni cuma 13,9mm,zoming lensa yang terjadi di dalam tubuh kamera atau lensanya gak monyong saat kamu ngeZOOMING yang biasa kita temuin pada produknya camera buatan Canon,layar Touchscreen 3,0 inch wide,pokonya klo segi bentuk gak bedajauh sama pendahulunya SONY DSC T77,bedanya cuma ada penambahan plat logo cyber shoot di bagian pinggir penutup lensa,seperti pada type T300.Sony T90 tersedia dalam warna silver,hitam, coklat, pink and biru.
Sony Cybershot DSC-T90 touchscreen camera
Sony DSC T90 simpel dan mudah digunakan apalagi di tunjang layar LCD bening 3 inchi plus touch screen(layar pencet amun bli weruh mah) sebagian besar operasinya di lakukan di layar touchscreen so pengguna di manjain banget deh,simple and easy.
Sony T90 incorporates a BIONZ image processor
wah wah kekuatan processor yang tertanam di kamera ini mampu membuat hasil jeperetan kamu gak bakalan low noise image dalam situasi apapun,klo dibandingin ma hasil kamera hp yang banyak bintik2nya jelas jutaan kali nih kamera bisa di andalkan,selain itu Optical SteadyShot menjaga photo dari pencahayaan yang kurang saat kamu memotret dalam kedaan gelap,trus Face Detection and Smile Shutter secara otomatis mendeteksi wajah orang yang bakalan kamu poto agar tetap fokus ke wajahnya,klo wajah kambing bisa nggak yah? he soale tetangga ku di indramayu punya kambing he he,dan smile shutter otomatis akan menjepret pa bila objek tersenyum so kamu bakalan punya segudang moment happy.
Capture HD movies with the Sony Cybershot T90
Eh klo kamu pas jalan2 ketinggalan Handy camnya,so gak bakalan khawatir karena t90 punya fitur 720p HD movie,wah wah kamu bisa ngambil video dengan 30 frames per second untuk durasi 60 menit dengan kualitas suara setereo punya tuh di storage memory 4 GB,sepertinya t90 kayak pendahulunya yang gak punya memory dalam 4 GB,kayak type cybershoot T2 dan cybershoot T700.
Sony Cyber-Shot T90 specifications
• Chic, ultra-slim design (13.9mm)
• 12.1 effective megapixels
• 3.0-inch wide Clear Photo LCD Plus touchscreen
• Carl Zeiss 4x optical zoom lens
• Record 720p HD movie clips
• Optical SteadyShot for clearer handheld shooting
• Enhanced Face Detection and Smile Shutter technology
mengenai harga sekitar 5jutaan,lumayan grogor kocek yah
Hm..ternyata 12 megapixels ma Record 720p HD movie clips yang menonjol banget dari sony DSC T90 ini,dan katanya sony juga berbarengan mengeluarkan dengan seri T900 nya mungkin gak beda jauh penambahan fiturnya penambahan megapixel dan memory dalam,sama dengan liku-liku pendahulunya seri DSC T77 dan DSC T700,hm..hmm aku mah cukup seneng dengan 2 kamera yang kupunya yakni pertama seri DSC T70 dengan 8 megapixel dan DSC T 77 dengan 10 megapixel,apalah artinya pixel gede gede banget gak berkaitan tuh dengan jernih nya foto yang kita ambil,mitos megapixel tuh berkaitan dengan ukuran gambar yang kita printer,klo cuma buat di cetak ukiran 4R,kamera dengan 2 megapixel aja dah cukup resolusinya tuh,kecuali klo kamu pengen cetak sebesar gajah eh panplet,besarnya mega pixel nentuin biar gambar kamu gak buyar pas di cetak gede..ok men moga membantu…

2:57AM WJBT{waktu jepang bagian tengah}..
Malam ini ku nggak bisa tidur..bukan karena adanya nyamuk yang biasa mengganggu ku ketika mu masih di indonesia parean silam,di jepang daerah ku asli nggak ada nyamuk yang nyatroni saban malam,pa lagi musim dingin disini di jamin nggak ada serangga yang berkeliaran di malam hari ..teuing pada kabur kamana tuh serangga yang di peertengahan musim panas suaranya mendengerik ngerik berisik banget..
Padahal barusan aku lelah pulang kerja malam..napa mata ini susah banget ku pejamkan yah..
Ouww malam2 begini pikiranku asyik mengenang masa silam..masa 2 tahun lebih yang lalu..ketika terkahir ibuku dan babehku melambaikan tangannya melepas kepergianku
masih jelas ku ingat begitu pilaunya wajah ibuku saat itu,bener2 mimik wajahnya nggak pernah ku lihat sebelumnya,Bandara Internasional Soekarno Hatta 24september 2006,22:15 PM Jembatan penghubung Jepang Indonesiaku.
Saat memilukan bagiku,,
Ketika orang 2 yang kusayangi kutinggalkan dalam jangka waktu yang lama,saat detik terakhir kepergianku itu,ada suatu tempat yang merupakan tempat terkhir perjumpaan aku ma keluargaku,yaitu bagian counter Imigrasi bagian pemeriksaan barang,saat itu selain penumpang pesawat garuda GA880 tujuan jakarta-tokyo narita,nggak boleh memasuki,untunglah sekat yang memisahkan itu terbuat dari kaca transparan sehingga saat terakhir kami nggak begitu tragis he he,ayah bunda bersama rombongan lain masih bisa melihat aku dengan lambaian tangannya..sambil berjalan menuju tempat untuk menunggu pesawat ku masih padangi bunda ma babeh..selamat Tinggal bunda,doakan anakmu ini ,3 tahun disini ku takkan melupakan kasih sayang bunda ayahanda dan semua nasehat..dan ku masih seperti dulu..wah ngantuk nihhh..
| Di SMK PGRI Kandanghaur Guru Sebagai Teman dan Kakak |
| Minggu, 05 Oktober 2008 | |
| Korban Kritis Capai 60 Orang, Penjual Ikut Jadi Korban Denpatrol.com, INDRAMAYU– Seperti perkiraan sebelumnya, minuman keras (miras) beracun masih beredar luas di masyarakat. Miras penebar maut yang dikenal dengan Vodka Blending itu kembali merenggut nyawa, pada Hari Raya Lebaran di saat kebiasaan warga mengonsumsi minuman beralkohol kembali memuncak seiring banyaknya pemudik. Tradisi itu juga kerap dilakukan oleh para nelayan yang baru saja pulang dari merantau. Tak sadar yang diminum mengandung racun, empat orang nelayan asal Desa Eretan Wetan Kecamatan Kandanghaur meregang nyawa usai menggelar pesta miras di malam takbiran. Ketiganya adalah Beni bin Dulgani (18), Rusdi bin Ramun (17), Herman bin Durahman (32) dan adiknya Heryanto bin Durahman (26). Beni meninggal Jumat (3/10) saat dibawa ke RS Permata Medical Center (PMC) Indramayu sekitar pukul 09.25. Menyusul Rusdi yang tewas saat diajak berangkat keluarganya berlayar di daerah Penimbang, Banten. Herman, menjemput ajal sehari sebelumnya Kamis (2/10) di kediamannya. Sedangkan, Heryanto meninggal dalam perawatan medis di Rumkit Bhayangkara tadi malam, pukul 23.00. Sementara itu, puluhan nelayan lainnya masih dalam kondisi kritis diduga akibat mengonsumsi miras beracun. Para korban, dilarikan ke sejumlah RS yang ada di Indramayu. Data yang dihimpun Radar, sampai tadi malam sebanyak 60 orang dilarikan ke RSU Pantura MA Sentot (RSUP MAS) Patrol. Dua di antaranya adalah perempuan. Seluruh pasien berasal dari daerah nelayan yakni Desa Eretan Wetan yang pulang mudik dari perantauan. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah seiring masih dilakukannya proses evakuasi para korban oleh aparat pemerintah, kepolisian dan masyarakat setempat. Semula, dari pagi hingga sore jumlah pasien hanya 13 orang yang berbondong-bondong dilarikan ke RS yang berada di tepi jalan raya Pantura Patrol itu. Namun, menjelang malam hari, korban keracunan miras yang dirujuk, jumlahnya membeludak hampir tiga kali lipatnya. Pantauan Radar, mereka datang secara bergelombang sejak pukul 19.00 hingga 23.00 malam dengan di antar anggota keluarganya masing-masing. Ada yang menggunakan sepeda motor, becak, ambulans milik puskesmas maupun mobil carteran. Saking banyaknya pasien, ruangan rawat inap semuanya terisi. Bahkan, ruang dapur terpaksa disulap guna menampung puluhan korban yang datang belakangan. Seluruh petugas medis yang sedang lepas piket terpaksa dipanggil untuk membantu memberikan pertolongan kepada para pasien. Selain petugas medis, aparat kepolisian juga stand by untuk memantau kondisi korban. Di ruang IGD, tim medis dibuat sibuk melayani para pasien yang antre untuk diberi tindakan. Ruangan itu penuh sesak dan tercium bau tidak sedap. Pasalnya, sebagian pasien muntah-muntah di ruangan itu. Rata-rata pasien menderita gejala yang sama yakni badan panas, pandangan mata kabur, kepala pusing, lambung terbakar, dan lemas sekujur tubuh. Bagi pasien yang kondisinya terbilang kritis, langsung dirujuk ke Rumkit Bhayangkara Tingkat IV Indramayu Losarang. Sejumlah pasien mengaku datang atas inisiatif sendiri. Hal itu dilakukan setelah mengetahui 3 orang telah meninggal dunia sehabis menenggak minuman yang sama. “Botolnya sama, tapi kelompoknya beda-beda. Saya dengan empat teman ini,” ujar Candra (21) sambil menunjuk kawan-kawannya yang tergeletak lemas di ruang kelas II RSUP MAS. Sementara itu, mendapati banyak nelayan Eretan yang keracunan miras, aparat pemerintah, kepolisian beserta komponen masyarakat, langsung mendata para korban sekaligus mengevakuasinya ke RS. “Jangan sampai jatuh korban lagi. Lebih baik diselamatkan sekarang daripada terlambat,” ujar Maryadi (38) tokoh pemuda setempat. Semula kata dia, proses pendataan sulit dilakukan. Sebab, masih banyak warga khususnya yang pernah menenggak miras menolak memberikan pengakuan. Namun, setelah diberitahu telah ada warga yang meninggal dunia lantaran menenggak miras, akhirnya mereka mau dibawa ke RS. “Sepertinya belum semuanya terdata. Masih ada yang menutup-nutupi,” terangnya. PENJUAL IKUT JADI KORBAN Bukan itu saja, anak dan menantunya yaitu Warnadi (35) dan Agus (30) juga tidak luput dari petaka yang sama. Selain menjual, keluarga pedagang miras itu dikenal juga sebagai pemabuk berat. Sejak malam takbiran, kata wanita bertubuh kurus ini miras dagangannya laris manis dibeli orang. Bahkan, pembelinya juga datang dari sejumlah desa dan kecamatan tetangga. “Kalau Lebaran yang dicari ya miras,” katanya. Tradisi nenggak miras ramai-ramai di malam Lebaran itu, dimanfaatkannya untuk berbelanja kebutuhan pokok para penggemar teler. Karisem sendiri beserta keluarganya ikut merasakan betapa mabuknya setelah mencicipi barang yang dijualnya itu. “Saya nggak tahu kalau minuman itu beracun,” ucapnya lirih.
Bapak dua orang anak ini sekarat usai pesta miras bersama-sama rekannya dimalam Lebaran Rabu (1/10). Lantaran kondisinya gawat, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir truk di Rawa Bebek, Bekasi ini, menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumkit Bhayangkara Losarang. Menurut keterangan istrinya Carnesih (37), sebelum kejadian, suaminya sejak pagi berangkat kumpul dengan teman-temannya dan sore baru kembali pulang ke rumah. Bahkan, suaminya masih sempat bermain dengan kedua anaknya. “Sore masih ngajak jalan-jalan sama anak-anak. Pas magrib, tiba-tiba badan bapak panas, ngakunya pusing dan mual. Dan itu berlangsung sampai pagi,” ungkapnya kepada Radar saat dijumpai sedang menunggui suaminya. Dia mengaku tidak tahu kalau suaminya sekarat akibat menenggak miras beracun. Saat pulang ke rumah, tidak ada tanda-tanda suaminya habis teler. “Kalau pulang kampung, bapak biasa kumpul dengan teman-temannya. Nggak tahu ngapain,” kenangnya. Takut kejadian buruk menerpa, suaminya dilarikan Rumkit Bhayangkara Losarang. (kho/Radarcirebon) |




